| PMI Distribusikan Bantuan di Lima Titik Pengungsian |
|
|
|
| Ditulis oleh kominfo | |
| Kamis, 11 November 2010 | |
![]() Relawan PMI Kota Yogyakarta sedang menyampaikan bantuan kepada para pengungsi korban letusan Gunung Merapi yang berada di pos pengungsian Panti Asuhan
Rabu 10 November 2010 bertepatan dengan Hari Pahlawan, segenap relawan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke 5 titik pengungsian yang telah di assessment oleh assessor. Titik distribusi pertama di Panti Asuhan Yatim Putri di Jl. Pramuka yang didistribusikan pukul 15.02 di lokasi terdapat 23 jiwa pengungsi dari 5 KK korban Merapi. Dua orang balita mendapatkan susu balita, 13 usia anak-anak mendapatkan personal kits dan hygiene kits serta 8 orang tua mendapatkan personall kits dan hygiene kits. Total bantuan yang diberikan kepada pengungsi yang berada di panti asuhan tersebut adalah 21 paket personal dan hygiene kits, 2 box susu anak, 2 karton susu balita dan 1 pack lotion anti nyamuk. “Terima kasih atas bantuanya mas….” Ungkap Suharno salah seorang korban yang menerima bantuan.
Titik pembagian distribusi juga dilakukan di daerah Tegal Lempuyangan. Di daerah ini tim distribusi membagikan sejumlah masker, pembalut wanita, pakaian pantas pakai dan susu balita. Bantuan tersebut disalurkan dalam 2 rumah yaitu di kediaman Bapak Sari Hartono dan Bapak Rinu Wijaya. Posko pengungsian tersebut dihuni oleh ± 10 KK.
Titik selanjutnya bertempat di POSKO Pengungsian UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pukul 17.00 WIB distribusi Bantuan Barang dari Posko Markas PMI Kota Yogyakarta tiba di lokasi. Kedatangan Armada PMI Kota tersebut menyedot perhatian “Tamu” –istilah pengungsi- yang berada dii pengungsian. Tidak kalah antusiasnya, panitia posko UIN pun langsung menyambut dengan baik atas bantuan yang disalurkan. Namun kurangnya koordinasi berkaitan dengan aktivitas “tamu” menyebabkan distribusi sedikit terhambat. Para “tamu” kebanyakan sedang beraktivitas, sehingga menyebabkan pendistribusian kurang kondusif. Dari rekomendasi assesment dapat di lihat beberapa barang yang dibutuhkan, yaitu Hygiene kit, Selimut, Tikar, Jarit , dan lain sebagainya.
Berdasarkan data hasil assessment kedua yang dilakukan oleh KSR PMI Unit VII, jumlah KK yang terdata sebanyak 60 KK. Sedangkan KK yang didata oleh Tim Assesment PMI Kota diawal, berjumlah 72 KK. Hal ini menyebabkan jumlah bantuan yang disalurkan berlebih. Banyak barang bantuan yang dibawa pulang kembali ke posko PMI Kota Yogyakarta dikarenakan beberapa KK sudang kembali pulang. Pendistribusian barang berlangsung hingga pukul 18.30. selama satu setengah jam tersebut banyak KK yang menanti namanya dipanggil, namun hanya kekecewaan yang meraka peroleh, mereka adalah KK yang belum masuk ke data assessment karena baru tiba di lokasi selasa kemarin. Sedangkan untuk “tamu” lainnya, banyak yang mengeluh dikarenakan barang yang diterima dirasa tidak adil pembagiannya dan sebagian kurang tepat sasaran. Beberapa KK hanya kebagian Lotion anti nyamuk, padahal terdapat ibu hamil dan manula, “setidaknya saya membutuhkan selimut, tetapi tidak dikasih, pahadal kemaren sudah didata” tutur salah satu “tamu”. Berdasarkan survei lapangan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan di Posko UIN, diantaranya, tentang asupan gizi serta kesejahteraan bayi, anak-anak dan ibu hamil yang dirasa kurang diperhatikan.
Pada jam 20.00 WIB, pendistribusian bantuan barang disalurkan di Tamanan, Kecamatan Kraton dengan jumlah pengungsi 14 orang dari 4 KK yang berasal dari Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Adapun jenis bantuan yang didistribusikan diantaranya hygiene kit, selimut, pembalut wanita, underware (pria, wanita, anak), tikar , dan susu balita. Proses pendistribusian bantuan korban Merapi tidak hanya terjadi di Hari Pahlawan ini, namun terus berlanjut hingga kebutuhan pengungsi terpenuhi sesuai dengan data assessment.[aul-rika-asti]
|
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
Yogya Emergency Service
Telpon : 118 / 420118
Sumbangan Dana Anda Untuk Bencana
BRI Cabang Katamso
rek: 0245-01-031609-50-4
an : Rekening PMI Untuk Bencana