PMI Cabang Kota Yogyakarta

Thursday
Mar 18th
  • Login
  • Sign up
    Pendaftaran
    Kolom yang bertandakan bintang (*) haruslah diisi.
    Nama: *
    Nama pengguna: *
    E-mail: *
    Kata sandi: *
    Verifikasi kata sandi: *
  • Search
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME arrow PROFIL
PDF Cetak E-mail

 PROFIL

 

Kota Yogyakarta (kotamadya, nama lain: Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta) adalah salah satu kota besar di Indonesia. Kota Yogyakarta pernah menjadi ibu kota Indonesia pada masa revolusi. Selain itu kota ini adalah ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Sri Pakualam IX.
Makanan khas kota Yogyakarta adalah gudeg.

Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, karena hampir 20% penduduk produktifnya adalah pelajar dan terdapat 137 perguruan tinggi. Jogja merupakan kota yang diwarnai dinamika pelajar dan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Yogyakarta pernah menjadi pusat kerajaan Mataram antara 1575-1640. Sampai sekarang Kraton (Istana) masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya.

Selain warisan budaya, Yogyakarta memiliki panorama alam yang indah. Hamparan sawah nan hijau menyelimuti daerah pinggiran dengan Gunung Merapi tampak sebagai latar belakangnya. Pantai-pantai yang masih alami dengan mudah ditemukan di sebelah selatan Jogja. Masyarakat di sini hidup dalam damai dan memiliki keramahan yang khas. Atmosfir seni begitu terasa di Yogyakarta. Malioboro, yang merupakan urat nadi Yogyakarta, dibanjiri barang kerajinan dari segenap penjuru. Musisi jalanan pun selalu siap menghibur pengunjung warung-warung lesehan.

Palang Merah Indonesia Cabang Kota Yogyakarta, berada di wilayah kota Yogyakarta bagian timur tenggara atau di Jl. Tegalgendu 25, Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede, 55172, Indonesia, dengan telepon +62 274 372176 dan Fax +62 274 379212

 

 

Organisasi Palang Merah di Indonesia dimulai sejak masa sebelum Perang Dunia Ke-II. Saat itu, tepatnya pada tanggal 21 Oktober 1873 Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah dengan nama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai), organisasi ini dibubarkan pada saat Indonesia dibawah pendudukan Jepang.

Perjuangan mendirikan Palang Merah Indonesia dimulai lagi sekitar tahun 1932. perjuangan ini dipelopori oleh Dr. RCL Senduk dan Dr Bahder Djohan. Rencana tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia. Mereka berusaha keras membawa rancangan organisasi tersebut ke dalam sidang Konferensi Nerkai pada tahun 1940 namun, akhirnya ditolak mentah-mentah. Saat pendudukan Jepang, mereka kembali mencoba membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya ini mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang. Untuk kedua kalinya rancangan itu gagal, dan kembali disimpan.

Tujuh belas hari setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu pada tanggal 3 September 1945, Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Atas perintah Presiden, maka Dr. Buntaran yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia Kabinet I, pada tanggal 5 September 1945 membentuk Panitia 5 yang terdiri dari: dr R. Mochtar (Ketua), dr. Bahder Djohan (Penulis), dan dr Djuhana; dr Marzuki; dr. Sitanala (anggota).

Akhirnya Perhimpunan Palang Merah Indonesia berhasil dibentuk pada 17 September 1945 dan merintis kegiatannya melalui bantuan korban perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang. Oleh karena kinerja tersebut, PMI mendapat pengakuan secara Internasional pada tahun 1950 dengan menjadi anggota Palang Merah Internasional dan disahkan keberadaannya secara nasional melalui Keppres No.25 tahun 1950 dan kemudian diperkuat dengan Keppres No.246 tahun 1963.

 V I S I 

"Palang Merah Indonesia (PMI) mampu dan siap menyediakan dan memberikan pelayanan kepalangmerahan secara cepat dan tepat dengan berpegang teguh pada Prinsip-prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional"

 

M I S I

 Menyebarluaskan dan mendorong aplikasi secara konsisten Prinsip-prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

  1. Melaksanakan kesiapsiagaan di dalam penanganan bencana dan konflik.
  2. Memberikan bantuan di bidang kesehatan.
  3. Pengelolaan Transfusi Darah secara profesional
  4. Berperan aktif dalam penanganan bahaya HIV/AIDS dan penyalahgunaan NAPZA.
  5. Menggerakkan generasi muda dan masyarakat dalam tugas-tugas kemanusiaan.
  6. Meningkatkan kapasitas organisasi secara berkesinambungan disertai dengan perlindungan terhadap relawan dan karyawan dalam melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan.
  7. Pengembangan dan penguatan kapasitas organisasi guna meningkatkan kualitas Sumber daya manusia, Sumber daya dan dana untuk mewujudkan visi organisasi secara berkesinambungan.
T U J U A N 

Misi PMI bertujuan meringankan penderitaan sesama manusia apapun sebabnya, dengan tidak membeda-bedakan agama, bangsa, suku bangsa, golongan, warna kulit, jenis kelamin, bahasa dan pandangan politik.

  Struktur Orgsnisasi    

Ketua Umum PMI        : Prof. DR. dr. Adi Heru Husodo, MSC., DCN., DLSHTM.,

Wakil Ketua I                  : Ir. Heru Bj Mulyanto

Wakil Ketua II                : dr. Teguh Wiyono M. Kes

Wakil Ketua III              : Awang Trisnamurti

Sekretaris                      : Sunarto SE. MM

Wakil Sekretaris             : Yunanto Tri Hascaryo

Bendahara                      : Endang Sriningsih. SE

Anggota Pengurus

 : Tun Yulianto

                         : Pdt. Y.R. Harahap (Alm)

                         : Edi Haryanto. SH

 : Haris Usman Syarif. SH




KEANGGOTAAN

Keanggotaan PMI terbuka bagi siapa pun tanpa membedakan agama, bangsa, suku bangsa, golongan, warna kulit, jenis kelamin, bahasa dan pandangan politik. Keanggotaan PMI terdiri dari:

1.       Anggota Remaja

2.       Anggota Biasa

3.       Anggota Luar Biasa

4.       Anggota Kehormatan

 

PENGUATAN ORGANISASI

 

 

 MEKANISME KEPUTUSAN

                                                 


                                                      

            Bagian RELAWAN - PMR

Bagian Relawan dan PMR adalah sebagai penyedia SDM bagi PMI dan sekaligus bertugas mengembangkan sistem rekruitmen, pengkaderan dan pembinaan generasi muda. Di dalam kegiatan  sehari-hari, bagian ini memiliki beberapa wadah kegiatan bagi anggotanya yaitu:

a.       Palang Merah Remaja (PMR),  adalah wadah berhimpunnya para remaja yang berusia 10 - 17. Di dalam wadah ini para remaja mulai dikenalkan dengan berbagai kegiatan sosial-kemanusiaan dengan tujuan untuk membangun kesadaran remaja agar memiliki solidaritas kemanusiaan antar sesama.

b.       Korps Sukarela (KSR), adalah tempat berhimpunnya masyarakat umum yang telah berusia 18 - 35 tahun, dan telah mengikuti pendidikan dasar serta telah dilantik sebagai anggota biasa.

c.        Tenaga Sukarela (TSR), adalah tempat bergabungnya masyarakat umum dengan keahlian khusus yang dibutuhkan oleh PMI untuk memberikan layanan yang lebih optimal. Di dalam wadah ini bergabung para profesional seperti, Dokter, Paramedis, Ahli Teknik, Penerjemah bahasa, Juru masak, Driver, Psikolog, Guru, Sanitarian, dll.

Unit TRANSFUSI DARAH CABANG

Aftap, IMLTD, Serologi, Quality Control, P2D2S.

Bagian PELAYANAN

Bagian Pelayanan terdiri dari DIKLAT, YANSOSKESMAS dan Penanggulangan Bencana. Bagian ini bertugas melayani masyarakat dalam bentuk Layanan Sosial, Pelatihan-pelatihan dan Penanggulangan Bencana berbasis masyarakat. Pelatihan yang diselenggarakan oleh DIKLAT PMI terdiri dari 2 model yaitu Pelatihan Internal dan Perlatihan Eksternal. Pelatihan internal bertujuan meningkatkan kapasitas SDM PMI dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Sedangkan pelatihan Eksternal bertujuan memberikan bekal ketrampilan kepada masyarakat dalam berbagai bidang khususnya Pertolongan Pertama, Perawatan Keluarga, Penanganan Bencana,

Bagian BALAI PENGOBATAN dan AMBULANS

Balai Pengobatan terdiri dari Klinik Umum, Gigi dan Kesehatan Ibu dan Anak

Bagian KOMUNIKASI - INFORMASI

Hubungan masyarakat, Teknologi Informasi dan Manajemen Sistem informasi Palang Merah

Bagian ADMINISTRASI

Umum, Kepegawaian, Keuangan, Rumah Tangga & Logistik, Transportasi.

 

PRINSIP-PRINSIP DASAR

GERAKAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH INTERNASIONAL 

            Kemanusiaan,

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional didirikan berdasarkan keinginan memberikan pertolongan tanpa membedakan korban yang terluka di dalam pertempuran, mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia. Palang Merah menumbuhkan saling pengertian, persahabatan, kerjasama dan perdamaian abadi bagi sesama manusia.


Kesamaan,

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama dan pandangan politik. Tujuannya semata-mata mengurangi penderitaan sesama manusia sesuai dengan kebutuhannya dan mendahulukan keadaan yang paling parah.


Kenetralan,

Agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak, Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama atau ideologi.


Kemandirian,

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional bersifat mandiri. Perhimpunan Nasional membantu pemerintahannya di bidang kemanusiaan, juga harus mentaati peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat bertindak sejalan dengan prinsip-prinsip gerakan.


Kesukarelaan,

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasionaladalah gerakan pemberi bantuan sukarela yang tidak didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan apapun.


Kesatuan,

Di dalam suatu negara hanya ada satu Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan di seluruh wilayah.


Kesemestaan,

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional bersifat semesta. Setiap Perhimpunan Nasioanal memiliki Hak dan Tanggungjawab yang sama dalam menolong sesama manusia.

 

KEGIATAN

 

 

 STRATEGI POKOK

            Peningkatan Fungsi / Peran Kominfo

Komunikasi dan Informasi dalam konteks organisasi PMI merupakan alat interaksi antar komponen internal dan eksternal dengan seluruh stakeholder lainnya. Di sisi lain juga berfungsi sebagai media pembentuk citra dan sekaligus berfungsi sebagai alat untuk menggalang dukungan masyarakat melalui berbagai strategi, antara lain Pengembangan Teknologi informasi,  kehumasan, advokasi, pengembangan sistem manajemen informasi, dan lain-lain dengan prioritas kegiatan:

a.       Diseminasi Prinsip-prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional dan Hukum Perikemanusiaan Internasional.

b.       Promosi, Publikasi, Advokasi dan Networking

c.        Dukungan komunikasi dalam peningkatan Citra dan pengembangan Sumber Daya PMI

Pelayanan Penanggulangan Bencana

PMI bersama masyarakat dan mitra kerja lainnya terlibat secara aktif dalam penanganan bencana secara komprehensif dan berfokus pada upaya-upaya meringankan penderitaan masyarakat rentan melalui langkah-langkah antisipatif dan meminimalisasi dampak bencana serta melakukan upaya tanggap darurat yang efektif, berkualitas dan berkelanjutan. Kegiatan yang dikembangkan:

a.       Kesiapsiagaan dan Pengurangan Risiko Bencana (Disaster Preparedness)

b.       Kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat (CBDP)

c.        Tanggap darurat bencana (Disaster Respons)

Pengembangan Organisasi

Pengembangan organisasi dan peningkatan kapasitas organisasi merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan koordinasi lintas sektoral. Walaupun demikian, agar upaya pengembangan organisasi dan peningkatan kapasitas dapat dilakukan secara gradual dan terarah maka diperlukan sistem manajemen yang memiliki peran utama sebagai koordinator dan pengarah dari aktifitas layanan PMI. Dan, yang tidak kalah pentingnya, PMI sebagai organisasi sosial-kemanusiaan tidak bertujuan mencari keuntungan namun, dalam memberikan layanan kepada masyarakat membutuhkan dana yang tidak sedikit. Untuk itu prioritas kegiatan yang dikembangkan oleh PMI antara lain:

a.       Pembinaan dan peningkatan kapasitas organisasi

b.       Penggalian dana

c.        Pengembangan Sumber Daya

d.       Pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) dan Relawan (KSR dan TSR)

e.       Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan

Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Seluruh jajaran di semua tingkatan memikul tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa layanan kesehatan dapat dilaksanakan sesuai dengan kebijakan PMI, termasuk didalamnya Pengurus Cabang, Staf dan relawan yang terlibat harus dipastikan memahami dan dapat mengimplementasikan kebijakan layanan Sosial dan Kesehatan selaras dengan Prinsip-prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional serta kode etik layanan kemanusiaan dan kebijakan di bidang kesehatan terkait lainnya. Oleh karenanya, PMI mengembangkan prioritas kegiatan di bidang Layanan Sosial dan Kesehatan berupa:

a.       Upaya Kesehatan Transfusi Darah UKTD)

b.       Pertolongan Pertama berbasis masyarakat (CBFA)

c.        Tanggap Darurat Kesehatan

d.       HIV/AIDS dan NAPZA.

e.       Sanitasi - Air

f.         Pos Pertolongan Pertama (PP) dan Perawatan Keluarga (PK).

g.       Layanan Ambulans.

h.       Dukungan Psikologi

i.         Pengembangan Poliklinik.

Pelayanan Sosial

Pengembangan strategi sosial dengan memberikan perhatian khusus pada kebutuhan dan hak-hak dasar masyarakat rentan dan miskin. Dalam hal ini termasuk mengembangkan indikator-indikator dan standar mutu layanan untuk mengukur dan mengevaluasi dampak yang timbul akibat intervensi program PMI dan memastikan bahwa program-program tersebut ditentukan berdasarkan kebutuhan para penerima manfaat. Kegiatan yang dikembangkan PMI:

a.       Restoring Family Link (RFL) Pemulihan Hubungan Keluarga.

b.       Layanan bagi Lansia.

c.        Layanan bagi anak jalanan

d.       Kunjungan rumah

 

 

 

 

 

BALAI PENGOBATAN

Pelayanan Poli Umum dan Gigi

PMI Cabang Kota Yogyakarta

Buka :  tiap hari kerja
pukul 08.00 s.d 16.00 WIB

(Minggu/HariBesar tutup)

Mitra kami

       

      

Advertisement