|
Jum’at 5 Februari 2010 pukul 15.00 PMI Cabang Kota Yogyakarta mendapat kunjungan dari The Malaysian Blood Transfusion Society. Rombongan yang berjumlah 13 orang ini disambut oleh jajaran pengurus, karyawan dan staf PMI Cabang Kota Yogyakarta. Dalam diskusi dan sharing dr.Yasmin selaku presiden dari The Malaysian Blood Transfusion Society mengaku bahwa transfusi darah di negaranya bisa mendapatkan 250 kantong darah tiap harinya. Sedangkan untuk mobile unit (aksi donor darah) mencapai 10 tempat tiap harinya. Untuk biaya pengganti pengelolaan darah (BPPD) di Malaysia adalah 50 ringgit per kantong, atau jika dirubah ke kurs Indonesia adalah Rp. 136.800,00. dr. Yasmin juga mengatakan kalau karyawan transfusi darah adalah pegawai pemerintah, dan pengelolaan darah disubsidi pemerintah sehingga BPPD bisa ditekan serendah mungkin.
Berbeda halnya dengan di wilayah DIY khususnya di PMI Kota Yogyakarta, Awang Trisnamurti (Pengurus PMI Kota Yogyakarta) mengatakan BPPD saat ini Rp.180.000,00. BPPD menjadi tinggi karena reagen dan kantong darah yang sampai dengan tahun 2008 disubsidi pemerintah kini PMI Kota harus menanggung biayanya sendiri. Ia juga menuturkan bahwa saat ini PMI Kota sedang dalam proses untuk mandiri, dalam artian selain dari bulan dana, PMI juga melakukan fund raising – pencarian dana dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang sesuai AD/ART. PMI Kota saat ini telah memiliki kantin dan aula yang disewakan. Selain itu sedang dalam proses pendirian Yayasan Henry Dunant yang nantinya juga akan membuat penerbitan, perpustakaan, penginapan dan Youth Center. Setelah melakukan diskusi, rombongan dari Malaysia ini melakukan office trip, berkeliling keruangan dan melihat-lihat fasilitas yang dimiliki PMI Kota Yogyakarta. |